Showing posts with label Musisi. Show all posts
Showing posts with label Musisi. Show all posts

Saturday, April 11, 2015

Guns N' Roses (GNR)

Guns N' Roses (GNR) adalah kelompok musik hard rock dari Amerika Serikat yang berdiri pada tahun 1984 dan resmi pada tahun 1985 . Band ini memang nge top banget di era 80-an dan 90-an ,Mereka pertama melejit lewat album 1987 Appetite for Destruction Dengan singel Don't cry (1987),dan kemudian menerbitkan dua album berbarengan Use Your Illusion I dan Use Your Illusion II.Dengan yang paling ter kenal Axl Rose lead vocal, Slash - lead guitar (1985-1996), Izzy Stradlin - rhythm guitar (1985-1991), Duff McKagan - bass (1985-1998), Steven Adler - drums (1985-1990), Matt Sorum - drums (1990-1997), Gilby Clarke - rhythm guitar (1991-1994).

Anggota

Anggota Asli

  • Axl Rose - lead vocals, piano (1985-present)
  • Slash - lead guitar (1985-1997)
  • Izzy Stradlin - rhythm guitar (1985-1991)
  • Duff McKagan - bass (1985-1998)
  • Steven Adler - drums (1985-1990)

Sekarang

  • Axl Rose - lead vocals, piano (1985-present)
  • Bumblefoot - lead guitar (2006-present)
  • DJ Ashba - lead guitar (2009-present)
  • Richard Fortus - rhythm guitar (2002-present)
  • Tommy Stinson - bass guitar (1998-present)
  • Brian Mantia - drums (2000-present)
  • Dizzy Reed - keyboards, piano (1990-present)
  • Chris Pitman - keyboards, programming (1998-present)

Mantan

  • Ole Beich - bass (1985)
  • Rob Gardner - drums (1985)
  • Tracii Guns - lead guitar (1985)
  • Steven Adler - drums (1985-1990)
  • Izzy Stradlin - rhythm guitar (1985-1991)
  • Gilby Clarke - rhythm guitar (1991-1994)
  • Slash - lead guitar (1985-1996)
  • Matt Sorum - drums (1990-1997)
  • Duff McKagan - bass (1985-1998)
  • Josh Freese - drums (1997-2000)
  • Paul Tobias - rhythm guitar (1994-2002)
  • Buckethead - lead guitar (2000-2004)
  • Robert Flick - lead guitar (1998-2009)

Touring members

  • Tracey Amos - backing vocals (1991-1993)
  • Teddy Andreadis - harmonica, keyboards, backing vocals (1991-1993)
  • Roberta Freeman - backing vocals (1991-1993)
  • Diane Jones - backing vocals (1991-1993)
  • Anne King - horns (1991-1993)
  • Lisa Maxwell - horns (1991-1993)
  • Cece Worrall - horns (1991-1993)

Touring substitutes

  • Fred Coury - drums (1987-1988 - eight performances)
  • Stephen Harris - bass (1988 - one performance)
  • Don Henley - drums (1989 - one performance)
  • Izzy Stradlin - rhythm guitar (1993 - five performances)

Touring guests

  • Vince Neil - vocals (1988 - one performance)
  • Matt McKagan - horns (1989 - four performances)
  • Shannon Hoon - bongos, vocals (1991-1993 - nine performances)
  • Sebastian Bach - vocals (1991, 2006 - six performances)
  • Lenny Kravitz - guitar, vocals (1992 - one performance)
  • Steven Tyler - vocals (1992 - one performance)
  • Joe Perry - guitar (1992 - one performance)
  • Brian May - guitar (1992-1993 - two performances)
  • Elton John - piano (1992 - one performance)
  • Ronnie Wood - guitar (1993 - two performances)
  • Tom Doyle - bongos (1993 - four performances)
  • Michael Monroe - vocals (1993 - one performance)
  • Blake Stanton - vocals (1993 - one performance)

Diskografi

Album

TahunAlbumUSUKUS SalesRIAA Certification
1986Live ?!*@ Like a Suicide (EP)--10,000-
1987Appetite for Destruction1518,000,00015x Platinum
1988G N' R Lies (EP)2225,000,0005x Platinum
1991Use Your Illusion I225,355,9857x Platinum
1991Use Your Illusion II115,435,4477x Platinum
1993The Spaghetti Incident?421,290,849Platinum
1998Use Your Illusion--430,912-
1999Live Era: '87-'934545729,370Gold
2004Greatest Hits313,132,0003x Platinum
2008Chinese Democracy----

Sumber, Wikipedia

Lady Gaga

Stefani Joanne Angelina Germanotta lahir di New York City, New York, Amerika Serikat, pada tanggal 28 Maret 1986.Ia lebih dikenal dengan nama panggungnya Lady Gaga, adalah seorang penyanyi pop Amerika Serikat. Setelah tampil dalam kancah musikrock di New York bagianLower East Side pada tahun 2003 dan kemudian mendaftar di New York University, Tisch School of the Arts, ia segera menandatangani kontrak dengan Streamline Records, sebuah anak perusahaanInterscope Records. Selama waktu awal Gaga di Interscope, ia bekerja sebagai penulis lagu untuk artis label sesama dan menarik perhatian artis rekaman Akon, yang mengakui kemampuan vokalnya, dan mengontraknya ke label miliknya sendiri, Kon Live Distribution.

Gaga menjadi terkenal setelah merilis album debutnya The Fame (2008), yang sukses baik secara kritik maupun komersial dan meraih popularitas internasional dengan singel "Just Dance" dan "Poker Face". Album ini mencapai nomor satu di tangga album enam negara, menduduki puncak tangga lagu Billboard Dance/Electronic Albums sekaligus memuncak pada nomor dua di tangga lagu Billboard 200 di Amerika Serikat dan mencapai posisi sepuluh besar di seluruh dunia.

Album keduanya, The Fame Monster (2009), kelanjutan dari The Fame, menghasilkan dua singel nomor satu di berbagai negara yaitu "Bad Romance" dan "Telephone", sehingga dia diperbolehkan untuk memulai tur konser global kedua, The Monster Ball Tour, hanya beberapa bulan setelah selesai tur pertama, The Fame Ball Tour. Album studio kedua Born This Way, dirilis pada Mei 2011, menduduki puncak tangga album di seluruh pasar musik utama, setelah kedatangan singel "Born This Way", "Judas", dan"The Edge of Glory"—singel pertama mencapai nomor satu di negara di seluruh dunia dan merupakan penjualan singel tercepat dalam sejarah iTunes, menjual satu juta kopi dalam lima hari.

Terinspirasi oleh artis glam rock seperti David Bowie dan Freddie Mercury, serta penyanyi dance-pop seperti Madonna dan Michael Jackson, Gaga juga diketahui dalam kegemarannya di bidang fesyen, dalam penampilan dan dalam video musiknya. Kontribusinya terhadap industri musik telah mengumpulkan banyak prestasi termasuk limaGrammy Awards, serta dua belas nominasi; dua Guinness World Records; dan penjualannya diperkirakan sekitar 64 juta rekaman. Billboard memberi gelar padanya"Artis Terbaik pada Tahun 2010", dan peringkat sebagai "Artis Terbaik ke-73 pada Dekade 2000-an".

Gaga telah dimasukkan dalam daftar tahunan majalah Time, yaitu Time 100 "orang paling berperngaruh di dunia" serta tercantum di sejumlah daftar tahunan majalah Forbestermasuk "100 selebriti paling berkuasa dan berpengaruh di dunia" dan mencapai nomor satu dalam daftar tahunan "100 selebriti paling berkuasa".




Kehidupan dan karier
1986–2004: Kehidupan awalLady Gaga lahir dengan nama Stefani Joanne Angelina Germanotta, dari keluarga campuran Italia Amerika, di New York City pada tanggal 28 Maret 1986, sebagai putri sulung Joseph Germanotta, seorang wiraswasta internet, dan Cynthia (née Bissett). Gaga memiliki satu adik, Natali, yang lahir pada tahun 1992. Gaga adalah seorang kidal (pengguna tangan kiri) Ia belajar bermain piano dari umur empat tahun, dan menulis lagu piano pertamanya pada usia 13 tahun dan tampil secara open mike pada umur 14 tahun.

Dibesarkan dalam lingkungan Katolik Roma, di Manhattan, Upper West Side setelah keluarga pindah ke sana pada tahun 1993, Gaga masuk ke dalam Convent of the Sacred Heart, sekolah Katolik khusus perempuan di Manhattan, Upper East Side pada umur 11.

Dikarenakan perbandingan kekayaan antara Upper East dan West Side, Gaga menyesal karena ia tidak berasal dari keluarga yang kaya, dengan menyatakan bahwa orang tuanya "berasal dari keluarga kelas bawah, sehingga kami berjuang untuk semua—ibuku bekerja dari jam delapan pagi sampai delapan malam di luar rumah, dalam bidangtelekomunikasi, dan begitu pula ayahku."




NEW YORK - NOVEMBER 21: , NY DAILY , NY Lady Gaga attends the ribbon cutting ceremony for the opening of the Lady Gaga Workshop at Barney's New York on November 21, 2011 in New York City. (Image credit: Getty Images via@daylife)

Ia menggambarkan kehidupan akademiknya di sekolah yang "sangat berbakti, rajin, disiplin", tetapi juga "sedikit tidak aman" seperti yang diujarkannya dalam sebuah wawancara, "Aku terbiasa dijadikan bual-bualan karena terlalu provokatif atau eksentrik, jadi aku mulai tidak nyaman. Aku tidak cocok, dan aku merasa seperti orang aneh." Kenalan Gaga membantah bahwa dia tidak cocok di sekolah. "Dia punya kelompok inti teman-teman; dia adalah seorang murid yang baik. Dia menyukai banyak anak laki-laki, tapi mungkin baginya menyanyi No. 1," kenang seorang mantan teman sekelas saat SMA.

Sebagai seorang aktris yang penuh hasrat di musikal saat SMA, Gaga pernah berperan sebagai tokoh utama (Adelaide) dalam Guys and Dolls, dan Philia dalam A Funny Thing Happened on the Way to the Forum. Dia juga muncul dalam peran yang sangat kecil sebagai teman sekelas yang nakal dalam serial drama televisi The Sopranos 2001 dalam episode berjudul "The Telltale Moozadell".

Pada umur 16, ia mulai menyanyi dan bermain di depan penonton secara live dan berhasil mengikuti audisi untuk bagian dari pertunjukan di New York. Ketika waktunya di Convent of the Sacred Heart berakhir, ibunya mendorongnya untuk melanjutkan ke New York University untuk belajar drama dan penampilan—khususnya Collaborative Arts Project 21 (CAP21), yang merupakan fakultas dari Tisch School of the Arts. Berumur 17, Gaga akhirnya memperoleh kuliah dini dan tinggal di asrama NYU di Jalan No.11.

Di sana, ia belajar musik dan mempertajam keahlian penulisan lagu secara esai dan menyusun makalah analitis yang berfokus pada topik-topik seperti seni, agama, isu-isu sosial dan politik. Gaga menulis tesis tentang artis pop Spencer Tunick dan Damien Hirst; penelitian yang mempersiapkan dirinya untuk fokus kepada karier masa depannya di"musik, seni, seks, dan selebriti."

Gaga merasa bahwa ia lebih kreatif dari beberapa teman-teman sekelasnya. "Sekali Anda belajar bagaimana berpikir tentang seni, Anda bisa mengajar diri sendiri," katanya. Menjadi bagian dari audisi penampilan bergengsi, Gaga mencoba ikut dan lulus audisi sementara pada CAP21, termasuk bagian dari pelanggan restoran yang tidak menaruh curiga pada acara MTV, Boiling Points, sebuah acara lelucon di televisi, yang sedang difilmkan.

Bagaimanapun, pada semester kedua tahun kedua, dia menarik diri dari sekolah untuk fokus kepada karier musiknya. Ayahnya setuju untuk membayar sewa apartemennya selama setahun, dengan syarat bahwa dia kembali mendaftar di Tisch jika dia tidak berhasil. "Aku meninggalkan seluruh keluargaku, mencari apartemen termurah yang aku bisa temukan, dan makan kotoran sampai seseorang akan mendengarkan,"katanya.



Lady GaGa concert (Photo credit: Wikipedia)

2005 - 2007: Awal karier
Menetap di sebuah apartemen kecil di Jalan Rivington saat musim panas 2005, Gaga merekam beberapa lagu bersama penyanyi hip-hopGrandmaster Melle Mel untuk buku audio pelengkap buku anak-anak The Portal in the Park karya Cricket Casey.

Ia juga merintis Stefani Germanotta Band (SGBand) bersama dengan beberapa temannya dari NYU—gitaris Pia Calvin, bassis Eli Silverman dan drummer Alex Beckham—pada bulan September tahun itu. Band ini memainkan berbagai lagu-lagu: beberapa ditulis sendiri—bersama dengan beberapa rock klasik sepertiLed Zeppelin "D'yer Mak'er".

Bermain di berbagai bar Lower East Side seperti The Bitter End dan Mercury Lounge, band mengembangkan grup fans kecil dan menarik perhatian produser musik Joe Vulpis. Segera setelah mengatur waktu di studio Vulpis di bawah toko minuman keras New Jersey dalam bulan-bulan berikutnya, SGBand menjual album mini "Words" dan "Red and Blue" di acara musikal sekitar New York, menjadi figur lokal klub-klub di pusat kota Lower East Side.

Sedangkan pada puncak karier mereka, SGBand tampil di Songwriters Hall of Fame "New Songwriters Showcase" di The Cutting Room pada bulan Juni 2006 di mana Wendy Starland, penyanyi serta model, muncul sebagai pencari bakat untuk produser musik Rob Fusari yang sedang mencari seorang wanita penyanyi untuk membuat sebuah band baru.

Setelah Starland telah menginformasikan Fusari tentang kemampuan Gaga, ia menghubunginya. Pada saat ini, SGBand telah bubar dan Gaga pergi untuk bekerja dengan produser musik di New Jersey di mana ia akan pergi setiap hari untuk bekerja pada lagu yang ia tulis dan menulis materi baru.

Saat sedang berkolaborasi, Fusari membandingkan beberapa harmoni vokal dia denganFreddie Mercury, penyanyi utama dari band Queen. Fusarilah yang juga membantu menciptakan moniker Gaga, setelah lagu Queen "Radio Ga Ga". Gaga dalam proses untuk mencoba datang dengan nama panggung ketika ia menerima pesan teks dari Fusari yang berbunyi "Lady Gaga."

Dia menjelaskan, "Setiap hari, ketika Stef datang ke studio, daripada berkata halo, aku akan mulai bernyanyi 'Radio Ga Ga'. Itu adalah lagu pembukaannya. [Lady Gaga] sebenarnya kesalahan kata, saya mengetik 'Radio Ga Ga' dalam teks dan terjadi sebuahautocorrect sehingga entah bagaimana 'Radio' bisa diubah menjadi 'Lady'. Dia mengirim sms kembali, "Itu dia." Setelah hari itu, ia Lady Gaga. Dia seperti, "Jangan pernah panggil aku Stefani lagi." New York Post, bagaimanapun, telah melaporkan bahwa cerita ini tidak benar, dan mengatakan bahwa nama tersebut dihasilkan dari pertemuan pemasaran.


Meskipun hubungan musik antara Fusari dan Gaga tidak berhasil pada awalnya, keduanya segera membentuk perusahaan bernama Tim Lovechild, di mana mereka merekam dan memproduksi lagu elektro-pop dan mengirim lagu kepada beberapa bos industri musik.

Joshua Sarubin, yang merupakan kepala A&R di Def Jam Recordings, menanggapi secara positif dan mengajak perusahaan rekaman untuk memberi kesempatan pada penampilan dirinya yang "tidak biasa dan provokatif". Setelah mengadakan perjanjian dengan bosnya Antonio "L.A." Reid, Gaga ditandatangani untuk Def Jam pada September 2006 dengan syarat memiliki album siap dalam sembilan bulan.

Namun, ia dikeluarkan oleh label setelah tiga bulan. Dengan perasaan hancur, Gaga kembali ke rumah keluarganya untuk Natal serta mulai mengenal budaya kehidupan malam di Lower East Side. Menjadi terpesona dengan beberapa pertunjukan neo-burlesque, Gaga mulai Go-Go dancing di bar mengenakan pakaian lebih kecil dari bikini. Ia mulai bereksperimen dengan obat-obatan sambil tampil di banyak pertunjukan. "Aku di atas panggung dengan berpakaian thong, dengan ekor kuda di atas pantat yang kupikir telah menutupi silitku, pencahayaan hairspray di atas api, Go-Go dancing kepada Black Sabbath dan menyanyikan lagu-lagu tentang oral seks. Anak-anak akan berteriak dan bersorak dan kemudian kita semua akan pergi minum bir. Ini merepresentasikan kebebasan untukku. Aku pergi ke sebuah sekolah Katolik tetapi berada di bawah tanah New York yang kutemukan sendiri."

Ayahnya tidak mengerti alasan di balik kegemarannya pada obat-obatan dan tidak mau menatapnya selama beberapa bulan. Pada waktu itu, ia bertemu dengan artis Lady Starlight, yang membantu menciptakan busana dirinya di atas panggung. Starlight menjelaskan bahwa, setelah pertemuan pertama mereka, Gaga ingin tampil dengan lagu-lagu yang dia telah rekam dengan Fusari. Seperti SGBand, pasangan tersebut mulai bermain musik di acara musik dan klub-klub kota seperti Mercury Lounge, The Bitter End, dan Rockwood Music Hall.





NEW YORK, NY - DECEMBER 31: Singer Lady Gaga and New York Mayor Michael Bloomberg share a dance as they celebrate the beginning of the new year at New Year's Eve 2012 in Times Square on December 31, 2011 in New York City. (Image credit: Getty Images via @daylife)
Sepotong seni penampilan mereka dikenal sebagai "Lady Gaga and Starlight Revue." Ditagih sebagai"The Ultimate Pop Rockshow Burlesque", penampilan mereka merupakan penghormatan terhadap berbagai penampilan musik low-fi1970an.

Pada bulan Agustus 2007, Gaga dan Starlight diundang untuk bermain di festival musik Lollapalooza Amerika. Acara itu secara kritis diakui, dan penampilan mereka menerima pendapat positif. Setelah pada awalnya ia fokus pada avant-garde elektronik dance, Gaga menemukan ceruk musik ketika dia mulai memasukkan melodi pop dan glam rock David Bowie dan Queen dalam musiknya.

Sementara Gaga dan Starlight sibuk tampil, produser Rob Fusari terus bekerja pada lagu yang dia buat dengan Gaga. Fusari mengirim lagu yang diproduksi dengan gaga kepada temannya, produser rekaman eksekutif Vincent Herbert. Herbert dengan cepat menandatangani ke label nya Streamline Records, sebuah jejak Interscope Records, setelah didirikan pada tahun 2007. Dia menganggap Herbert sebagai orang yang menemukan dia, dan menambahkan "Saya benar-benar merasa seperti kita membuat sejarah pop, dan kami akan terus maju."

Setelah sudah menjabat sebagai penulis lagu magang di bawah Famous Music Publishing, yang kemudian diakuisisi oleh Sony/ATV Music Publishing, Gaga kemudian mencapai kesepakatan penerbitan musik dengan Sony/ATV. Akibatnya, ia disewa untuk menulis lagu untuk Britney Spears dan artis sesama label New Kids on the Block, Fergie, dan Pussycat Dolls.

Sementara Gaga menulis di Interscope, penyanyi-penulis lagu Akon mengenali kemampuan vokalnya ketika dia menyanyikan referensi vokal untuk salah satu trek di studio. Dia kemudian meyakinkan Ketua dan CEO Interscope-Geffen-A&M, Jimmy Iovineuntuk membentuk kesepakatan bersama dengan memiliki Gaga serta menandatanganinya ke label miliknya sendiri Kon Live Distribution dan kemudian ia sebut sebagai "pemain waralaba"-nya. Saat hampir tahun 2007, mantan perusahaan manajemennya memperkenalkan dia dengan penulis lagu dan produser RedOne, yang juga dikelola oleh mereka. Lagu pertama yang diproduksinya bersama dengan RedOne adalah "Boys Boys Boys", lagu ini terinspirasi dari lagu "Girls, Girls, Girls" karya Mötley Crüe dan lagu "T.N.T." karya AC/DC.

Gaga melanjutkan kolaborasinya dengan RedOne di studio rekaman selama satu minggu untuk album debutnya. dan juga bergabung dengan Cherrytree Records, sebuah jejak Interscope yang didirikan oleh produser dan penulis lagu Martin Kierszenbaum, setelah menulis empat lagu dengan Kierszenbaum termasuk singel "Eh, Eh (Nothing Else I Can Say)".

2008–10: The Fame dan The Fame Monster





English: Lady Gaga performing "The Fame" on The Monster Ball Tour, while playing on a special keytar, "Emma", designed by her creative team, Haus of Gaga. (Photo credit: Wikipedia)
Pada tahun 2008 Gaga telah pindah ke Los Angeles, bekerja sama dengan label rekaman nya untuk menyelesaikan album debutnya The Fame. Dia menggabungkan genre yang berbeda-beda di album, "dari drum Def Leppard dan tepuk tangan sampai drum metalpada trek urban." The Famemenerima tinjauan positif dari kritikus kontemporer; menurut agregasi tinjauan musikMetacritic, album mengumpulkan skor rata-rata 71/100. Album memuncak di nomor satu di Inggris, Kanada, Austria, Jerman, Swiss dan Irlandia, dan puncak-lima di Australia, Amerika Serikat dan lima belas negara lain. Di seluruh dunia, The Fame telah terjual lebih dari empat belas juta kopi. Singel pertamanya "Just Dance" menduduki puncak tangga lagu di enam negara-Australia, Kanada, Belanda, Irlandia, Inggris, dan Amerika Serikat-dan kemudian menerima nominasi Grammy Award untuk Rekaman Dansa Terbaik.

Singel berikutnya "Poker Face" adalah keberhasilan yang lebih besar, mencapai nomor satu di hampir semua pasar musik besar di dunia, termasuk Inggris dan Amerika Serikat.Lagu ini memenangkan penghargaan untuk Rekaman Dansa Terbaik di Grammy Awards ke-52, dan juga nominasi untuk Lagu Terbaik Tahun Ini dan Rekaman Terbaik Tahun Ini.The Fame dinominasikan untuk Album Terbaik Tahun Ini; album memenangkan Album Elektronik/Dansa Terbaik.

Meskipun tur konser pertamanya terjadi sebagai pembuka untuk sesama grup pop Interscope, reformasi New Kids on the Block, ia akhirnya memulai tur konser di seluruh dunia sendiri, The Fame Ball Tour, yang secara kritis dihargai dan dimulai pada Maret 2009; berakhir pada bulan September tahun itu. Pada majalah edisi tahunan "Hot 100"Rolling Stone Mei 2009, sampul menampilkan Gaga setengah telanjang hanya mengenakan gelembung plastik yang ditempatkan secara strategis.

Dalam edisi majalah tersebut ia mengatakan bahwa sementara ia memulai karier di adegan klub New York, ia terlibat asmara dengan heavy metal drummer. Ia menggambarkan hubungan mereka dan putusnya hubungan mereka, ia mengatakan, "aku Sandy-nya, dan ia Danny [dari film Grease]-ku, dan aku baru saja putus." Dia kemudian menjadi inspirasi di balik beberapa lagu di The Fame.

Dia dinominasikan untuk total sembilan penghargaan pada 2009 MTV Video Music Awards, memenangkan penghargaan untuk Artis Baru Terbaik, sementara singel "Paparazzi" menang dua penghargaan untuk Pengarahan Seni Terbaik dan Efek Spesial Terbaik.

Pada bulan Oktober Gaga menerima penghargaan majalah Billboard sebagai "Bintang Baru Tahun 2009". Dia menghadiri "Makan Malam Nasional" Human Rights Campaign di bulan yang sama, sebelum ikut berbaris di National Equality March untuk perlindungan yang sama kepada orang-orang LGBT dalam semua hal yang diatur oleh hukum sipil Amerika Serikat di Washington, D.C.


Ditulis selama 2008-09, The Fame Monster, koleksi delapan lagu, dirilis pada bulan November 2009. Setiap lagu, berurusan dengan sisi gelap dari ketenaran dan pengalaman pribadi saat ia berkeliling dunia, diungkapkan melalui metafora monster. Singel pertamanya "Bad Romance" menduduki puncak tangga lagu di delapan belas negara, sementara mencapai puncak-dua di Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru.

Di AS, Gaga menjadi artis pertama dalam sejarah digital untuk memiliki tiga singel (bersama dengan "Just Dance" dan "Poker Face") untuk melampaui empat juta penjualan digital. Lagu ini memenangkan Grammy untuk Penampilan Vokal Wanita Pop Terbaiksementara video musik yang menyertainya memenangkan Video Durasi Pendek Terbaik.

Singel kedua album tersebut "Telephone", yang menampilkan penyanyi Beyonce, dinominasikan untuk Grammy Award untuk Kolaborasi Pop dengan Vokal Terbaik dan menjadi singel nomor satu Gaga yang keempat di Inggris sementara video musiknya, walaupun kontroversial, mendapat sambutan yang lebih positif dari kritikus kontemporer: memuji dia untuk "musikalitas dan kecakapan memainkan pertunjukan Michael Jackson dan seksualitas kuat serta naluri provokatif Madonna." Singel berikutnya "Alejandro" Gaga dipasangkan dengan fotografer fashion Steven Klein untuk video musik dan seperti biasanya kontroversial—kritikus memuji ide dan alam gelap video tersebut, tetapi Liga Katolik Amerika Serikat menyerang gaga untuk dugaan penggunaanblasphemy (simbol penghujatan agama). Meskipun kontroversi seputar video musiknya, video membuat Gaga artis pertama untuk mendapatkan lebih dari satu miliar tontonan pada situs Youtube.

Secara musikal, The Fame Monster juga telah menerima kesuksesan berlimpah. Menyamai dengan jumlah nominasi Grammy album debutnya, The Fame Monstermengumpulkan total 6 nominasi. Di antara 6 nominasi, album memenangkan Album Vokal Pop Tebaik dan mendapatkan gelar nominasi kedua berturut-turut untuk Album Terbaik Tahun Ini. Keberhasilan album Gaga diperbolehkan untuk memulai konser tur dunia kedua, The Monster Ball Tour, hanya beberapa minggu setelah rilis The Fame Monster dan bulan setelah menyelesaikan The Fame Ball Tour.





English: Lady Gaga covered in "blood" on The Monster Ball Tour, while performing "Teeth". Magyar: Lady Gaga művérrel borítva a The Monster Ball turnén, a Teeth előadása közben. (Photo credit: Wikipedia)
Setelah menyelesaikan tur pada Mei 2011, secara kritis diakui dan secara komersial tercapai tur berlari selama lebih dari satu setengah tahun dan, menurut Billboard, menghasilkan 227.400.000 dolar Amerika, menjadikannya salah satu "tur konser berpendapatan tertinggi sepanjang masa" dan "tur konser berpendapatan tertinggi untuk artis baru".


Selain itu, Gaga telah menampilkan lagu-lagu lain dari album di acara-acara internasional seperti Royal Variety Performance 2009 di mana dia menyanyikan "Speechless", sebuah power ballad, di hadapan RatuElizabeth II; Grammy Awards ke-52 di mana pembukaan terdiri dari lagu "Poker Face" dan duet piano "Speechless" serta medley "Your Song" dengan Elton John; dan 2010 Brit Awards di mana penampilan dari rendisi akustik "Telephone" diikuti dengan "Dance in the Dark" didedikasikan untuk perancang busana dan teman dekat Gaga, Alexander McQueen.

Antusias membawa kembali Polaroid dan "menggabungkannya dengan era digital", Gaga dinamai sebagai Chief Creative Officer pada lini produk pencitraan untuk perusahaan optik internasional pada Januari 2010 dengan maksud untuk menciptakan fashion, teknologi dan produk fotografi.

Tim produksinya, Mermaid Music LLC, digugat pada Maret 2010 oleh Rob Fusari, mengklaim bahwa ia berhak mendapat bagian 20% dari pendapatannya. Pengacara Gaga, Charles Ortner, menggambarkan perjanjian dengan Fusari sebagai "haram" dan menolak berkomentar; lima bulan kemudian, Mahkamah Agung New York menolak kedua gugatan dan mengajukan banding dengan Gaga. Pada bulan April, nama Gaga masuk dalam salah satu dari 100 orang baling beperngaruh tahun 2010 majalah Time. Sementara memberikan wawancara kepada The Times, Gaga mengatakan memiliki lupus eritematosus sistemik, biasanya disebut sebagai lupus, yang merupakan penyakit jaringan ikat.

Dia kemudian dikonfirmasi oleh Larry King bahwa dia tidak memiliki lupus tetapi "hasilnya sebatas positif"; dengan pembawa acara televisi, Gaga juga mengungkapkan bahwa dia berada di antara beberapa artis yang akan membuka untuk Michael Jackson This Is It Tour di O2 Arena London. "Saya sebenarnya diminta untuk membuka tur Michael," katanya. "Kami akan terbuka untuknya di O2 dan kami bekerja untuk membuat itu terjadi." Dia menambahkan: "Saya percaya ada beberapa pembicaraan tentang kita, banyak dari pembuka, melakukan duet dengan Michael di panggung." Pada bulan November 2010, satu bulan setelah penyanyi melaporkan ketakutan pembunuhan, perintah penahanan dikeluarkan kepada seorang warga Rusia, Anastasia Obukhova, yang telah mengancam akan menembak dirinya di kepala.

2011–sekarang: Born This Way





English: Gaga performing "Glitter and Grease" (Photo credit: Wikipedia)
Album studio kedua dan rilisan utama ketiga GagaBorn This Way dirilis pada 23 Mei 2011. Dia mengumumkan judul album saat pidato penerimaannya untuk Video Terbaik Tahun Ini pada 2010 MTV Video Music Awards. Digambarkan seperti"perkawinan musik elektronik dengan besar [...] dengan metal atau rock 'n' roll, pop, gaya melodi antemik dengan cengkok dansa yang menggebu-gebu" dan disebut sebagai album "tentang apa apa yang terjadi pada kita di malam hari dan apa yang membuat kita takut".

Dia menyatakan, "Itu datang begitu cepat. Aku telah bekerja pada [album] selama berbulan-bulan, dan aku merasa sangat kuat sehingga selesai sekarang. Beberapa artis waktu bertahun-tahun. Aku tidak. Aku menulis musik setiap hari." Memberi rasa suka Born This Way untuk "anak-anak nakal yang nantinya akan ke gereja" yang "bersenang-senang pada tingkat tinggi", Gaga mendeskripsikan musik barunya sebagai"sesuatu yang jauh lebih dalam dari wig atau lipstik atau baju daging" dan setelah mendengar hal itu, Akon mengatakan bahwa Gaga akan membawa musik ke "tingkat berikutnya."

Kedatangannya diikuti pelepasan singel pertamanya pada tanggal 11 Februari, 2011, yang ditampilkan live untuk pertama kalinya di Grammy Awards ke-53 dua hari setelah rilis. Lagu ini memulai debutnya di atas Billboard Hot 100, menjadi lagu debut nomor satu ke-19 dan lagu nomor satu ke-1000 dalam sejarah tangga lagu. Dua singel lain, "Judas" dan "The Edge of Glory" ikut dirilis, Judas dikritik untuk referensi untuk karakter Yudasdalam Alkitab, Yesus Kristus dan Maria Magdalena. Keduanya dirilis sebelum album, dan keduanya masuk dalam sepuluh besar pasar musik utama. Setelah dirilis, Born This Way terjual 1.108.000 kopi dalam minggu pertama di Amerika Serikat, memulai debutnya di puncak Billboard 200, dan memuncak pada tangga album 10 negara lain. Sampai sekarang album Born This Way sudah terjual 6 juta kopi di seluruh dunia.

Meminjamkan vokal di tempat lain, Gaga dipasangkan dengan Elton John untuk merekam duet asli untuk fitur film animasi Gnomeo & Juliet. Lagu, berjudul "Hello, Hello", dirilis pada 11 Februari 2011, tanpa vokal Gaga. Versi duet ini hanya ditampilkan dalam film. Dia melakukan pekerjaannya sebagai kolumnis fashion untuk V, di mana dia menulis tentang proses kreatif, belajar tentang dunia budaya pop, dan kemampuannya untuk menyetel ke evolusi budaya pop.

Pada Juni sampai Juli 2011, Gaga melakukan konser gratis di beberapa negara Asia yaituJepang, Taiwan, dan Singapura untuk mempromosikan Born This Way. Taiwan bahkan mendeskripsikan 3 Juli 2011 sebagai "Hari Lady Gaga". Gaga juga datang ke Sydney,Australia untuk melakukan konser gratis lainnya seperti yang ia konfirmasi di The Kyle & Jackie O Show, yang bertempat di Sydney Town Hall. Dia melanjutkan usaha keras musikalnya, merilis "Yoü and I" sebagai singel keempat dari Born This Way, termasuk juga merekam lagu-lagu dengan artis-artis veteran seperti Cher dan Tony Bennett.

Lagu yang direkam dengan Bennet adalah sebuah versi jazz dari "The Lady Is a Tramp", sedangkan Gaga mendeskripsikan duetnya dengan Cher sebagai trek "besar-besaran"dan "indah", yang dia "telah tulis pada sepanjang waktu dulu, dan aku tidak pernah memasukkan ke dalam album milikku untuk, tanpa alasan." Pada edisi 2012 dari Guinness World Records, Gaga masuk daftar untuk Pengikut Terbanyak di Twitter, dengan lebih dari 13 juta pengikut, dan singel 2008 miliknya "Poker Face" masuk daftar untuk Minggu Terlama di U.S. Digital Hot Songs, dengan lama 83 minggu. Ditanyai tentang rencana tur berikutnya "The Born This Way Ball Tour", Gaga mengkonfirmasi melalui akun twitter bahwa tur berikutnya akan menuju Indonesia, Amerika Latin, dan India.

Pada awal 2012, Gaga menyatakan bahwa lagu-lagu untuk album baru "mulai berkembang" saat ia bekerja dengan produser Fernando Garibay, sementara tur pendamping untuk Born This Way telah terwujudkan.

The Born This Way Ball Tour dimulai pada 27 April 2012, di Stadion Olimpiade, Seoul, Korea Selatan. Tur ini menemui protes dari beberapa kelompok agama yang mencela tur sebagai pengikut setan dan menentang nilai-nilai Kristen, mengakibatkan protes dan pembatalan di Jakarta, di mana Gaga ditolak izin untuk tampil. Pada tanggal 20 Mei 2012, Gaga menjadi bintang tamu di akhir musim ke-23 The Simpsons yang berjudul "Lisa Goes Gaga".

Keartisan
Gaya musik dan pengaruh


English: Lady Gaga performing on the Fame Ball tour in Minneapolis, MN at the Fine Line Music Café. Remastered with Photoshop. (Photo credit:Wikipedia)
Gaga sangat dipengaruhi oleh artis glam rock seperti David Bowie dan Freddie Mercurydari band Queen, serta artisdance-pop seperti Madonnadan Michael Jackson. Lagu Queen "Radio Ga Ga" menginspirasi nama panggungnya, "Lady Gaga".


Dia berkomentar: "Saya memuja Freddie Mercury dan Queen yang telah mempunyai hit "Radio Gaga". Itulah mengapa saya mencintai nama tersebut [...] Freddie sangat unik—salah satu tokoh terbesar di sejarah musik pop." Gaga juga sering dibanding-bandingkan dengan Madonna. Ia sendiri menyatakan bahwa "tidak ada seorang pun penggemar Madonna yang lebih memuja dan mencitainya melebihi saya. Saya adalah penggemar terbesarnya, baik secara pribadi dan profesional."


"Ketika aku sedang menulis musik, aku sedang berpikir tentang pakaian yang ingin kupakai di atas panggung. Ini semua tentang segala sesuatu yang sama—seni pertunjukan, seni pop, fashion. Bagiku, itu semua datang bersama-sama dan menjadi sebuah cerita nyata yang akan membawa banyak fans berat. Aku ingin membawa kembali mereka. Aku ingin citra yang akan begitu kuat sehingga fans akan ingin memakan, merasakan dan menjilati setiap bagian dari kita."

The Global Language Monitor menamai "Lady Gaga" sebagai Top Fashion Buzzworddengan merek dagang pakaiannya "tanpa celana" datang pada No. 3. Entertainment Weekly menempatkan pakaian-nya pada daftar akhir dekade "terbaik", berkata, "Apakah itu gaun yang terbuat dari boneka muppet atau gelembung yang ditempatkan secara strategis, Gaga membawa seni pertunjukan ansambel ke pertunjukan mainstream."

Citra Publik





Gaga performing on the Fame Ball tour (Photo credit: Wikipedia)
Dalam kritik dari musik, fashion dan persona Gaga hasilnya berbeda-beda. Statusnya sebagai panutan, perintis dan fashion ikon dengan bergantian ditegaskan dan dibantah. Album-album Gaga telah menerima ulasan sebagian besar positif, dengan kritikus menunjuk gaya uniknya di musik pop, kebutuhannya untuk gerakan baru dalam budaya populer, perhatian Gaga membawa isu-isu sosial yang penting, dan sifat inheren subyektif seninya.


Perannya sebagai pendorong harga diri untuk para penggemarnya juga terpuji, seperti perannya dalam membawa napas kehidupan ke dalam industri fashion.


Dia kemudian kembali ke 2010 MTV Video Music Awards mengenakan gaun dilengkapi dengan sepatu, tas dan topi-masing-masing dibuat dari daging dari hewan mati. Gaunnya, dinamai Majalah Time sebagai "Pernyataan Fashion tahun 2010:, dan lebih dikenal luas sebagai "pakaian daging", dirancang oleh desainer Argentina Franc Fernandez dan menerima pendapat berbeda—membangkitkan perhatian media di seluruh dunia tapi menyerukan kemarahan hak-hak hewan oraganisasi PETA. Gaga, bagaimanapun, kemudian membantah maksud gaun untuk menyebabkan rasa tidak hormat kepada orang atau organisasi dan berharap agar gaun ditafsirkan sebagai pernyataan hak asasi manusia dengan fokus pada orang-orang di masyarakat LGBT.

Bertentangan dengan gaya anehnya, New York Post menggambarkan tampilan awalnya sebagai seperti "pengungsi dari Jersey Shore" dengan "rambut hitam besar, riasan mata berat dan ketat, dan pakaian terbuka." Gaga berambut cokelat alami, dia menyemir rambutnya kuning karena ia sering dikelirui sebagai Amy Winehouse.

Dia sering menyebut fansnya sebagai "little monsters" dan dalam sebuah dedikasi, dia memiliki tato pada "lengan yang memegang mic[rophone]."Ia memiliki enam tato lainnya, di antaranya sebuah simbol perdamaian, yang terinspirasi oleh John Lennon, yang dia nyatakan sebagai pahlawan-nya, dan tulisan Jerman melingkar pada lengan kirinya mengutip penyair Rainer Maria Rilke, filsuf favoritnya, berkomentar bahwa "filsafat kesendirian"nya berbicara kepadanya.




CHARLESTON, SC - JANUARY 29: College of Charleston students dressed as singer Lady Gaga dance during National Lady Gaga day January 29, 2010 in Marion Square, Charleston, South Carolina. About 400 people turned out for the event which benefits the Haitian relief effort. (Image credit: Getty Images via @daylife)
Ketika diwawancarai oleh Barbara Walters untuk daftar tahunan ABC News khusus 10 Orang paling menarik tahun 2009, Gaga menepis klaim bahwa dia interseks sebagai legenda musik urban. Menanggapi pertanyaan tentang masalah ini, dia menyatakan, "Pada awalnya sangat aneh dan setiap orang agak berkata, "Itu benar-benar cukup cerita!." Tapi dalam arti, saya menggambarkan diri saya dalam cara yang sangatandrogini, dan saya mencintai androgini." Selain pernyataan Aguilera, perbandingan berlanjut ke 2010 ketika Aguilera merilis video musik dari singel "Not Myself Tonight". Kritik mencatat kesamaan antara lagu dan video musik yang menemaninya dengan video gaga untuk "Bad Romance". Ada juga perbandingan serupa yang dibuat antara gaya Gaga dan ikon fashion Dale Bozzio dari band Missing Persons. Beberapa menganggap agar gambar respektif pada pakaian mereka menjadi mencolok meskipun penggemar Missing Persons mencatat bahwa Bozzio telah memelopori tampilan lebih dari tiga puluh tahun sebelumnya.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah Harper's Bazaar yang diterbitkan pada Mei 2011, Gaga membahas penampilan terakhir seperti pegunungan-tanduk pada tulang pipi, pelipis, dan bahu. Ketika ditanya tentang make up yang diperlukan untuk melekatkan prostetik, dia menjawab, "Mereka bukan prostetik, mereka tulang-tulangku." Dia juga mengklarifikasi bahwa mereka bukan hasil operasi plastik, percaya operasi tersebut hanya menjadi produk sampingan ketenaran modern—diinduksi ketidakamanan dan dia tidak berlangganan. Lebih lanjut diselidiki oleh pewawancara, dia menyatakan bahwa mereka adalah representasi artistik bagi inspirasi cahaya batinnya, bagian dari "sepotong kinerja" yang merupakan persona musiknya, sebuah keniscayaan menjadi siapa dirinya sekarang.

Menulis untuk The Guardian, Kitty Empire berpendapat bahwa dikotomi "... memungkinkan pengunjung untuk memiliki pengalaman transgresif tanpa dituntut untuk berpikir. Pada intinya [penampilannya], mungkin, merupakan gagasan bahwa Gaga menjadi satu dengan orang-orang aneh dan orang-orang buangan. Monster Ball adalah di mana kita semua bisa bebas. Ini omong kosong keterlaluan, sebagai cara orang membeli musik Gaga yang secara komersial sangat licik. Tapi Gaga sepertinya tulus."





English: Taken in Fame Ball Tour Helsinki (Photo credit: Wikipedia)
Camille Paglia menulis cerita sampul "Lady Gaga and the death of sex" (Lady Gaga dan kematian seks) pada tanggal 12 September 2010, di The Sunday Times di mana ia menegaskan bahwa Gaga"lebih seperti pencuri identitas daripida sebuah perusak tabu erotis, sebuah produk manufaktur utama yang mengaku menyanyi untuk orang-orang aneh, para memberontak dan orang-orang buangan walaupun ia bukan satupun dari mereka."


Pembelaan kaum LGBT





SYDNEY, AUSTRALIA - JULY 9: Lady Gaga steps off her private jet as she arrives at Sydney Airport on July 9, 2011 in Sydney, Australia. Lady Gaga is in Sydney for a one-off show at Sydney's Town Hall on Wednesday July 13. (Image credit:Getty Images via @daylife)
Gaga memiliki banyak atribut keberhasilan awal sebagai artismainstream untuk penggemar gay-nya dan dianggap sebagai ikon gay. Pada awal kariernya ia kesulitan mendapatkan penyiaran radio, dan menyatakan, "Titik balik bagi saya adalah masyarakat gay. Aku punya begitu banyak penggemar gay dan mereka begitu setia kepada saya dan mereka benar-benar mengangkat saya.

Mereka selalu akan berdiri oleh saya dan saya akan selalu berdiri di samping mereka. Ini bukan hal yang mudah untuk membuat fanbase." Dia mengucapkan terima kasih kepada FlyLife, sebuah perusahaan pemasaran Manhattan yang berbasis LGBT dimana label Interscope bekerja, dalam catatan kredit album The Fame, mengatakan, "Saya sangat mencintai kalian. Kalian adalah detak jantung pertama dalam proyek ini, dan dukungan dan kecemerlangan berarti bagi saya, saya akan selalu berjuang untuk tangan komunitas gay dengan tangan saya dan dengan tim yang luar biasa." Salah satu pertunjukan televisi pertamanya adalah pada Mei 2008 di NewNowNext Awards, sebuah acara penghargaan ditayangkan oleh televisi jaringan LGBT Logo, di mana dia menyanyikan lagunya "Just Dance". Pada bulan Juni tahun yang sama, dia menampilkan kembali lagu di acara San Francisco Pride.

Setelah The Fame dirilis, ia mengungkapkan bahwa lagu "Poker Face" adalah tentang biseksualitas nya. Dalam sebuah wawancara dengan Rolling Stone, dia berbicara tentang bagaimana pacarnya cenderung bereaksi terhadap biseksualitas, mengatakan "Fakta bahwa aku menjadi wanita, mereka semua terintimidasi oleh itu. Itu membuat mereka tidak nyaman. Mereka seperti, 'Saya tidak perlu memiliki cinta. Saya hanya senang dengan kau'." Ketika dia muncul sebagai tamu di The Ellen DeGeneres Show pada Mei 2009, ia memuji DeGeneres untuk menjadi "sebuah inspirasi bagi perempuan dan untuk komunitas gay".

Ia menyatakan bahwa 11 Oktober 2009, National Equality March di mal nasional adalah "peristiwa paling penting dalam kariernya." Saat ia keluar, ia meninggalkan dengan gembira seraya berkata "Tuhan memberkati dan memberkati para gay", serupa dengan2009 MTV Video Music Awards untuk penerimaan Artis Baru Terbaik bulan sebelumnya.

Selain itu, Gaga mengenakan gaun dibuat dari daging hewan yang mati saat penerimaan penghargaan. Gaga berharap bahwa gaun tersebut, lebih luas dikenal sebagai "gaun daging", ditafsirkan sebagai pernyataan hak asasi manusia dengan fokus pada orang-orang dalam komunitas LGBT menambahkan bahwa "Jika kita tidak berdiri untuk apa yang kita yakini dan jika kita tidak berjuang untuk hak-hak kita, segera kita akan memiliki hak sebanyak daging di tulang kita sendiri."




NEW YORK - NOVEMBER 21: , NY DAILY , NY Lady Gaga attends the ribbon cutting ceremony for the opening of the Lady Gaga Workshop at Barney's New York on November 21, 2011 in New York City. (Image credit: Getty Images via@daylife)
Dia kemudian merilis tiga video YouTube untuk mendesak penggemarnya menghubungi Senator mereka dalam upaya untuk membatalkan kebijakan tersebut. Pada akhir September 2010, dia berbicara di rapat umumServicemembers Legal Defense Network, "4the14K" di Deering Oaks Park di Portland, Maine.

Hasil rapat umum menandakan jumlah-diperkirakan-sekitar 14.000 anggota dikeluarkan di bawah kebijakan DADT pada saat itu. Selama sambutannya, ia mendesak anggota Senat AS (dan khususnya, senator Republik dari Maine moderat, Olympia Snowe dan Susan Collins) untuk memilih mendukung undang-undang yang akan mencabut kebijakan DADT. Setelah acara tersebut, editor dari The Advocate berkomentar bahwa ia telah menjadi "pembela sengit nyata" untuk kaum gay dan lesbian, yang Barack Obama telah janjikan.

Gaga mengungkapkan bahwa ia sering mempertanyakan mengapa dia mendedikasikan dirinya untuk "pidato gay" dan "bagaimana gay"-nya dia, dia mengatakan: "Mengapa pertanyaan ini, mengapa masalah ini begitu penting? Jawaban saya adalah: Saya anak keanekaragaman, saya satu dengan generasi saya, saya merasakan sebuah kewajiban moral sebagai wanita, atau seorang pria, untuk melatih potensi revolusioner saya dan membuat dunia tempat yang lebih baik." Dia kemudian bercanda: "Pada skala gay dari 1 sampai 10, saya seorang Judy Garland dengan skala 42."





Title : Lady Gaga - The Real Gaga
Posted by : Kevin Samara
Date : 8:12 PM
Labels : Maret, Pebisnis, Pemusik, Pencetus, penyanyi, Tokoh Wanita

Friday, April 10, 2015

Bob Marley Sang Legenda Reggae


Robert Nesta "Bob" Marley (lahir di Nine Mile, Saint Ann, Jamaika, 6 Februari 1945 – meninggal di Miami, Florida, Amerika Serikat, 11 Mei 1981 pada umur 36 tahun) adalah seorang penyanyi, pencipta lagu, dan musisi reggae berkebangsaan Jamaika. Bob Marley sampai saat ini dikenal di seluruh dunia sebagai musisi reggae yang paling tersohor dalam dunia musik reggae. Dia diakui perannya dalam memopulerkan dan menyebarkan musik Jamaika dan Gerakan Rastafari ke seluruh dunia. 

Bob Marley adalah gitaris, vokalis, dan pencipta lagu dalam grup musik The Wailers (1964–1974) dan Bob Marley & The Wailers (1974–1981) yang beraliran ska, rocksteady dan reggae.

Biografi

Kapten Norval Sinclair Marley adalah seseorang yang berperawakan kecil. Ia adalah seorang pengawas tanah perusahaan Crown Lands, milik Pemerintahan Inggris yang telah menjajah Jamaika sejak tahun 1660-an yang terletak sebelah utara pulau itu. Pangkat yang disandangnya ia dapat saat menjadi komandan markas di Resimen British Hindia Barat. Suatu saat ia bertemu dengan Cendella, seorang wanita pribumi yang telah mamikat hatinya pada saat dia sedang berkunjung ke distrik Nine Miles. Hubungan mereka menjadi pergunjingan warga setempat karena Ras. Pada Mei 1944 cedella mengejutkan keluarganya karena hamil. Sehingga pada hari jumat dilaksanakanlah pernikahan antara Norval dengan Cendella dan sehari setelah pernikahan mereka, Cendella diungsikan ke Kingston agar tidak tercorek namanya sebagai ahli waris keluarganya.

Dan akhirnya Cendella melahirkan seorang anak yang diberi nama Robert Nesta Marley yang lahir pada pukul 2.30, Rabu Februari 1945 dengan bobot enam setengan pon (3.25 kg) di Nine Miles. Konon pada malam kelahirannya, banyak orang melihat beberapa meteor jatuh, yang menurut keyakinannya akan lahir seorang tokoh besar.

Pada tahun 1950 Cendella pindah ke Trench Town – Kingston. Marley mulay berinteraksi dengan geng-geng jalanan yang kemudian berlanjut menjadi gerombolan bernama “The Rudeboys. Walaupun berperawakan kecil seperti ayahnya, tapi karena kekuatannya ia dijuluki “Tuff Gong”.

Setelah Marley drop out dari sekolahnya ia mulai tertarik dengan musik. Pada awal 1962 Bob Marley, Bunny Livingstone, Peter Mcintosh, Junior Braithwaite, Beverley Kelso dan Cherry Smith membentuk grup ska & rocksteady dengan nama “The Teenager” yang nantinya berubah menjadi The Wailing Rudeboys dan berganti lagi menjadi The Wailing Wailer dan akhirnya menjadi The Wailers.

Pada tahun 1977, Bob Marley divonis terkena kanker kulit, namun disembunyikan dari publik. Bob Marley kembali ke Jamaica tahun 1978, dan mengeluarkan SURVIVAL pada tahun 1979 diikuti oleh kesuksesan tur keliling Eropa.

Bob Marley melakukan 2 pertunjukan di Madison Square Garden dalam rangka merengkuh warga kulit hitam di Amerika Serikat. Namun pada tanggal 21 September 1980, Bob Marley pingsan saat jogging di NYC’s Central Park. Kankernya telah menyebar sampai otak, paru-paru dan lambung. Penyanyi reggae inipun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Miami Hospital pada 11 Mei 1981 di usia 36 tahun, dengan meninggalkan seorang istri dan 5 orang anak.


Terlihat jelas melalui sinar matahari jamaika kamu dapat memilih bagian dari dongeng tentang Marley antara lain : tentang kesedihan, cinta, pemahaman, dan Godgiven talent.


Dua dekade setelah dia meninggal, Imensitas (kebesaran) Bob Marley menempatkannya menjadi satu diantara figur-figur transenden terbesar sepanjang abad. Riak-riak yang dilakukannya menyebrang dari sungai musiknya kedalam samudera politik, etika, gaya filsfat, dan agama (Rastafaria). Bob Marley dimasukkan ke dalam Rock n Roll Hall of Fame pada tahun 1994. Majalah time memilih lagu Bob Marley & The Wailers Exodus sebagai album terbersar pada abad ke-20. pada tahun 2001 ia memenangkan Grammy Lifetime Achivement Award.

Pada tahun yang sama kemudian film documenter tentang hidupnya dibuat oleh Jeremy Marre, Rebel Music, dinominasikan untuk The Best Long Form Music Video documentary at the Grammies, serta penghargaan untuk beberapa kategori lainnya. Dengan kontribusi dari Rita, The Wailers, dan para pecintanya serta anaknya, film tersebut menceritakan tentang Marley, yang juga disertai kata-kata Marley sendiri. Pada musim panas tahun 2006, Kota New York memberikan penghargaan tersendiri bagi Bob Marley dengan memberi nama pada jalam gereja dari jalan Ramsen ke East 98th street dibagian timur Brookliyn dengan memberi nama “Marley Boulevard”. Dan masih banyak lagi penghargaan yang Bob Marley dapatkan.

Kisah hidup Bob Marley adalah sebuah arketipe, itulah kenapa karya-karyanya abadi dan terus bergema. Bob Marley berbicara tentang represi politik, wawasan metafisik dan artistic, kesejahteraan dan apa saja yang mengusiknya. “No Women No Cry” masih akan terus mengahapus air mata dari wajah seorang janda “Exodus” masih akan memunculkan ksatria, “Redemtion Song” masih akan menjadi tangisan emansipasi untuk melawan segala tirrani, “Waiting in Vaint” akan tetap menggairahkan, dan “One Love” akan terus menjadi himne internasional bagi kesatuan kemanusiaan didunia melampui batas-batas, melampui kepercayaan-kepercayaan, di mana tiap orang akan sadar dan mempelajarinya.

Bob Marley bukan hanya sekedar bintang musik yang sebagian besar rekamannya memecahkan rekor internasional, namun ia juga menjadi sebuah figure moral dan religius. Selain Bob Marley kita juga harus mengakui bahwa banyak musisi yang lebih unggul dari penemuan instrumental, gaya vocal gubahan musik, dan sebagainya.tetapi hanya Bob Marley yang dapat membuat kita melihat ribuan orang Hpi dari Mexico, Maori dari Selandia Baru bahkan komunitas-nya di Indonesia (Jogjakarta dan Bali), berkumpul tiap tahun untuk menghormatinya.

Banyak penggemarnya di seluruh dunia meniru gaya rambut dreadlocknya karena fanatic walaupun tidak sedikit pula yang meniru dreadlock Bob Marley karena terkena imbas voyeurisme, padahal sebenarnya dreadlock Bob Marley sebagai bagian dari keyakinannya akan ajran Rastafarian, dan bukan dari pengkulturan dari selebriti idolanya. Pada umumnya di Indonesia, sosok Bob Marley banyak diidentikkan dengan ganja, padahal ganja adalah ritual serta bagian dari ajaran Rastafarian dan Bob Marly adalah penganutnya. Wajar bila ia mengkonsumsi, menjadikan syair, dan menyanyikannya.

Karier musik
Ia mulai dikenal di dunia musik reggae pada tahun 1962. Album pertamanya ialah "The Wailing Wailers" dirilis tahun 1965 bersama The Wailers. Pada 1974 lagu "No Woman No Cry" menjadi populer di Jamaika dan negara-negara Amerika Serikat. Namun pada tahun 1977 ia mengidap penyakit kanker. Pada tahun 1980, Marley pingsan saat jogging di New York. Namun pada 1981 Marley meninggal dunia setelah mengalami kanker yang dideritanya selama empat tahun terakhir. Ia meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak.

Sumber, Wikipedia
              www.bobmarley.com
Bob Marley - Legenda Reggae

Vierra



Vierra merupakan sebuah grup band musik asal Jakarta, Indonesia yangdibentuk pada November 2008. Band ini beranggotakan 4 orang yaitu Kevin Aprilio (piano/keyboard), Widy Soediro Nichlany (vokal), Raka Cyril Damar (gitar), dan Satryanda Widjanarko (drum). Pada saat tampil mereka menggunakan bantuan seorang bassist tambahan bernama Deryansha Azhary. Genre musik Vierra dapat dikategorikan sebagai powerpop dan pop rock. Sampai saat ini mereka telah merilis 2 buah album yaitu My First Love (2009). dan Love, Love and Love (2011).

Bagi para penggemar Vierra, mereka memiliki sebuah komunitas fans club bernama Vierrania yang dibentuk pada Maret 2009.


2008:Pembentukan

Pertemanan keempat personel Vierra bearawal dari pertemuan mereka di situs jejaring sosial Friendster. Pada awalnya, Kevin berniat mengajak Tryan yang sudah ia kenal lebih dulu untuk membentuk sebuah band. Tryan kemudian mengenalkan Kevin kepada Raka untuk mengisi posisi gitar. Setelah itu mereka bertiga sepakat untuk membentuk sebuah band. Lalu, masih didalam Friendster, Raka memperkenalkan Widy kepada Kevin dan Tryan untuk mengisi posisi sebagai vokalis. Kevin yang merasa karakter vokal Widy cocok dengan konsep musiknya, lalu menerimanya sebagai vokalis.

Pada awalnya Kevin mengusulkan nama "Andante" sebgai nama band mereka. Namun merasa kurang cocok dengan nama tersebut, Tryan lalu mengajukan nama "Vierra" yang berarti "empat". Vierra pun resmi terbentuk pada bulan November 2008


2009: My First Love

Pada akhir Februari 2009, Vierra merilis album perdana mereka berjudul My First Love. Kevin mengatakan judul My First Love cukup menggambarkan bahwa "album ini memang benar-benar seperti remaja yang pertama kali jatuh cinta. Begitu polos." 

Sebagai single pertama, mereka merilis "Dengarkan Curhatku" pada Maret 2009. "Dengarkan Curahtku" dengan cukup cepat berhasil menduduki peringkat 5 besar di chart Dahsyat, MTV Ampuh, Derings, dan Inbox. Hal ini membuat nama Vierra langsung melambung di industri musik major Indonesia. Setelah Dengarkan Curhatku, Vierra juga merilis 5 lagu lain sebagai single yaitu: Bersamamu, Perih, Rasa Ini, Jadi Yang Kuinginkan, dan Seandainya.

Pada bulan Juli 2010, Vierra mengadakan sebuah kuis berjudul Seandainya Aku Liburan Bareng Vierra Ke Bali dengan hadiah berkunjung ke Bali bersama Vierra dan untuk menyumbangkan suara ke dalam beberapa lagu terbaru Vierra dalam album kedua mereka.

My First Love selain berhasil melambungkan nama Vierra, juga berhasil mencapai angka penjualan RBT sebanyak 9 juta dan mendapatkan penghargaan multiplatinum.

Walau penjualan fisik album pertama My First Loveterbilang seret–hanya sekitar 80 ribu kopi–label rekaman menghadiahi mereka proyek album kedua. Sesuatu yang berharga bagi band manapun, termasuk Vierra, karena album bukti eksistensi bermusik.

“Idealnya, kan begitu. Band mengeluarkan album,” kata Kevin Aprilio, motor band.

Proyek last minute

Menjelang akhir 2010, Musica selaku label yang menaungi Vierra meminta agar band segera menyiapkan materi untuk album terbaru, dengan target rilis awal 2011. Menerima tantangan, Vierra yang beranggotakan Widi (vokal), Kevin (kibor), Trian (drum), dan Raka (gitar) segera menyisihkan waktu khusus untuk membuat materi.

Seperti diakui Kevin, Vierra bukan band dengan banyak stok lagu yang “iseng” mereka kerjakan di waktu luang. “Kami terbiasa membuat lagu yang memang untuk dipakai (direkam). Prinsipnya, mending bikin sedikit yang penting terpakai semua,” jelas Kevin. “Jadi sangat dipikirkan dalam membuat lagu itu. Lagunya harus berbeda (satu dan lainnya), tapi masih Vierra,” imbuhnya.

Maka tidak ada cerita Widi dkk memilah-milah lagu stok untuk kemudian disatukan ke dalam album baru. Keseluruhan lagu di album Love Love Love murni materi fresh yang baru dikerjakan setelah mendapat mandat dari Musica.

“Bisa dikatakan ini proyek last minute. Dua bulan kami kumpulkan materi, satu bulan rekaman,” ungkap Kevin, putra sulung musisi kenamaan Addie MS. Hasilnya adalah 15 lagu baru yang kemudian diajukan kepada label.

Waktu pengerjaan yang terbilang singkat untuk sebuah album, yang dikatakan Kevin berpegang pada prinsip idealis-kompromistis. Kuartet ini tidak mengesampingkan kualitas musik, tapi sekaligus masih mendengarkan selera pasar. Sepakat mereka menyebutkan, chemistry di antara personel yang sudah terbangun sebagai faktor yang memengaruhi proses kreatif, sehingga lebih mudah.

“Dua tahunan lebih kami kerja sama-sama. Sudah enak saja,” kesan Widi.

“Pas kumpul di studio, mendengarkan Kevin main piano, aku bersenandung mengikuti. Tahu-tahu (terdengar) enak, bisa jadi satu lagu,” sambungnya memberi contoh.

Tentang cinta yang lebih kompleks

Dari 15 lagu yang diajukan, sebanyak 13 lagu yang masuk ke album Love Love Love. Semuanya bertemakan cinta, seperti tergambar jelas pada judul albumnya. “Cinta yang lebih dewasa. Dulu, kan cuma cinta pertama (My First Love),” kata Widi.

Coba simak lirik singel perdana “Takut” yang berirama mellow: Kutahu kamu bosan/ Kutahu kamu jenuh/ Kutahu kamu tak tahan lagi/ Ini semua salahku/ Ini semua sebabku/ Kutahu kamu tak tahan lagi. Kisah cinta yang lebih kompleks ketimbang “Dengarkan Curhatku” yang menggebu-gebu dan sedikit naif.
“Soal kedewasaan ini terjadi begitu saja. Kami, kan sudah dua tahun lebih tua daripada yang dulu (album pertama),” kata Kevin.

Selain itu, kedewasaan juga tecermin dari musik yang mereka hasilkan. Walau didukung barisan paduan suara dan string section yang dimainkan Henri Lamiri, atmosfer aransemennya lebih terdengar simpel, santai, dengan konsepnya yang lebih ngeband.

“Ada lagu upbeat juga, tapi tetap terdengar slow… santai begitu deh,” lukis Widi. Berbekal materi itu, Vierra berharap kesuksesan RBT album pertama hingga 9 juta pengunduh terulang.
Dengan kedewasaan itu, Vierra tidak takut kehilangan penggemar. Toh penggemar ABG mereka pun bertumbuh dewasa.

“Berdasarkan survei, lagu ‘Takut’ disukai anak-anak kuliah,” beber Kevin. “Kami, kan menggarap tema cintanya sekreatif mungkin dan luas,” imbuhnya. Maka bisa jadi, penggemar Vierra justru semakin bertambah luas juga.

Omong-omong soal penggemar, Vierra salah satu jagoannya dalam mengelola mereka. Ada fan page Vierra di Facebook yang kini jumlah anggotanya hampir mencapai 2,5 juta! Vierrania (komunitas penggemar Vierra) bisa mengetahui segala sesuatu tentang band kesayangan mereka dari sumbernya langsung.

“Awalnya Raka iseng, tapi akhirnya kami maintain dan seriusi. Kami bikin happening di situ. Sekarang bahkan ada brand yang mau beriklan,” cerita Kevin.

Vokal Widi tidak se-“bening” dulu

Satu kritik yang sering menghampiri Vierra di awal kemunculannya, vokal Widi yang kelewat “bening” sebagai vokalis band. Dara bertubuh semampai tidak menampik, itu benar merupakan kelemahannya.

“Aku sama sekali tidak punya basic menyanyi ketika bergabung di Vierra. Jadi benar-benar pure vokalku dulu,” aku Widi.

“Tapi di album ini aku merasa ada perubahan pada vokalku. Lebih serak, tidak setipis dan sekecil di album pertama.”

Ya, hebatnya Widi tidak gentar untuk menyanyi live setiap kali ada kesempatan, baik di panggung televisi maupun off air. Alhasil, vokalnya semakin terlatih.

“Sering dipakai, kan pasti makin bagus. Aku seperti menemukan bentuk suaraku yang semakin berkarakter,” Widi berceloteh riang.

Perkembangan yang positif itu sejalan dengan tujuan Vierra yang ingin mendapatkan respek dulu di musik, alih-alih memanfaatkan kesempatan demi mengejar materi.


2011: Love, Love & Love

Setelah menuai kesuksesan album perdana mereka, Vierra resmi merilis album kedua mereka berjudul Love, Love and Love pada 14 Februari 2011 memanfaatkan momentum valentine. Pada album ini terlihat sedikit perbedaan dari segi lirik, dimana setiap lagu dalam album ini merupakan pengalaman setiap personel Vierra dan setiap lagunya sedikit terdengar lebih dewasa.

Dari album ini Vierra telah merilis 2 buah single yaitu Takut dan Terlalu Lama







Aprilio Story

Aprilio Story adalah sebuah proyek yang diproduseri oleh keyboardist Kevin Aprilio. Aprilio Story terdiri dari dua orang kakak-beradik Abi dan Adri yang mengusung genre musik pop dan emo rock.

Penghargaan

TahunAsosiasiKategoriNominasiStatus
2010DahsyatnyaAward 2010Artis Pendatang Baru TerdahsyatVierra Menang
Video Klip TerdahsyatDengarkan Curhatku Nominasi
Sutradara Video Klip TerdahsyatAbimael Gandhi padaDengarkan Curhatku Nominasi



Sumber, Wikipedia
               Facebook
               Kapan Lagi.com
               OkeZone.com 
               jefri19.student.umm.ac.id
Vierra